PASSENGERS

Assalamu’alaikum semua!

Already 10 mos since my last post about my review novel for ‘Railway in Love’. To be a consistent writer, it’s not as easy as we’re replying chat in instant message. We couldn’t predict in what day we can continue our newest post. LOL. Ini lah yang terjadi sama aku, baru tau rasanya kena writer’s block itu kayak apa. Aku kira cuma kejadian di Wattpad aja ada writer’s block.

Jadi, hari ini ceritanya mau bahas film Barat yang judul nya “PASSENGERS“. Ketinggalan zaman banget kan aku baru nonton baru-baru ini.

Jadi, this movie tells about number of people who already bought a ticket for the new planet by using star avalon –nama pesawat yang bakal bawa ‘passengers’ tersebut ke new planet-jadi intinya, pesawat tersebut akan pergi ke planet baru, which means those aircraft wil be flying out from earth.

Ada dua pemeran utama di film ini, aktris nya itu yang main adalah Jennifer Lawrence (as Aurora Lane) dan Chris Pratt (as Jim Preston).

In this movie, Aurora Lane act as writer, while Jim Preston act as mechanical engineer. Mereka berdua adalah penumpan dari star avalon (star avalon ini adalah sejenis pesawat yang bakal bawa mereka ke planet baru tersebut, and for your information guysssss this ‘star avalon’ seems very not-as-usual-plane. Aneh banget, bentuknya itu loh kayak rudal! hahahaha.

passengers-avalon

Di film Passengers ini, Aurora Lane dan Jim preston akan berpergian ke planet baru dengan star avalon dan akan tidur di dalam pot hibernasi sampai mereka tiba di planet baru tersebut dalam kurun waktu 120 tahun. Nih bentuk pot hibernasi nya seperti ini,

BTS/ Set detail Hibernation Bay

Setelah 30 tahun perjalanan, star avalon melewati asteroid field yang akhirnya mengakibatkan malfungsi pada pesawat tersebut. With the condition of mulfunction, it makes one hibernation pods being damage, dimana pod hibernasi yang rusak adalah pod hibernasi yang di tempati oleh Jim Preston.

Bangunlah dia. He becomes confused. He thought that he already arrived at the new planet. Tapi akhirnya Jim sadar bahwa pod hibernasi nya rusak setelah dia melihat bahwa passengers yang lain masih stay at their hibernation pods.

Singkat cerita, Jim menjalani hari-hari nya seperti biasa (jogging, tidur, makan, berenang) sampai satu tahun hingga dia merasa jenuh karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan satu orang pun. Jim hanya berkomunikasi dengan robot yang menyerupai manusia bernama Arthur, awalnya Jim kira Arthur itu adalah manusia, dia bahkan sudah senang melihat ada satu manusia normal yang bisa dia ajak bicara di star avalon tersebut. Tetapi ternyata, Jim kaget saat melihat Arthur tidak mempunyai kaki, melainkan hanya penggerak metal sebagai alat untuk Arthur bergerak. Bukan hanya itu kesialan Jim, untuk makan saja, Jim harus mendapatkan makanan kelas III yang jauh dari kata enak.

Arthur The Bartender

Akhirnya selama satu tahun itu, penantian Jim berakhir saat dia melihat pod hibernasi milik Aurora Lane. Jim terkesima melihat kecantikan Aurora di pod hibernasi itu, dan dia akhirnya membangunkan Aurora dengan merusak pod hibernasi Aurora.

Aurora, Jim, and Arthur

Aurora tidak tahu bahwa bangunnya dia dari pod hibernasi itu adalah karena Jim. They are introducing themselves each other and then continue their daily life in star avalon together. Sampai akhirnya mereka jatuh cinta satu sama lain, pokoknya udah banyak hal yang di lakuin oleh Jim dan Aurora bareng-bareng tetapi Jim belum juga memberitahu Aurora bahwa dia yang sudah merusak pod hibernasi nya. Aurora hanya berpikir bahwa pod hibernasi nya telah rusak karena malfungsi yang terjadi pada star avalon.

161219_MOV_passengers.jpg.CROP.promo-xlarge2

Until one day, Aurora knows that she was trapped by Jim. Aurora merasa di khianati oleh Jim, dan kelanjutannya adalah…..

Silahkan tonton sendiri di online streaming yang udah banyak tersedia di gugel yah hahaha. Di jamin bakalan suka sama film ini, aku aja yang pecinta full romance movie akhirnya mau juga nonton film yang ada science fiction nya sedikit.

Wassalamu’alaikum

Warm Regards

-Puti-

Indonesia, 13th July 2017

Railway in Love-Viera Fitani

ASSALAMU’ALAIKUM FELLAS ^^

Waow, udah lama bener nih aku gak nulis disini. Udah lama juga gak ngasih review novel karena lupa. Iya. Lupa. Kalo. Masih. Punya. Blog. Lagi.

Maafin yah. LOL.

So, today I’m gonna make the second review from Railway in Love novel, karya Mbak Viera Fitani. Basicly, sebelum novel nya udah terwujud dalam bentuk cetak, Mbak Viera adalah penulis di salah satu digital novel namanya Wattpad. Mungkin disini udah ada beberapa yang tau dan ada yang masih belum familiar sama nama Wattpad. Buat yang suka baca-baca novel, Wattpad bisa jadi alternatif kalo kalian gak punya duit buat beli novel, boleh nih baca-baca novel di Wattpad, penulis-penulis nya gak kalah sama Orizuka, Ika Natassa, aliaZalea, Mariskova, Indah Hanaco, dll.

Oh iya, dari pada jadi nge-promosiin Wattpad, langsung aja ya aku bikin secuil review dari novel Mbak Viera ini. Cekidot!

Andara Riana Rasyid, seorang pengacara muda yang sedang naksir berat sama bosnya, Harsya Bramanta. Cinta yang sepertinya tidak bertepuk sebelah tangan, karena Harsya sedang berusaha move on dari mantan tungangannya, yang meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Tapi akhir-akhir ini, Andara merasa otak dan hatinya sepertinya tidak sinkron lagi. Sejak di tugaskan menjadi pengacara bagi pengusaha muda yang juga sahabat Harsya, Ribeldi Bimantara, Andara mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Andara pernah menyumpah-nyumpah tidak akan jatuh ke pelukan cowok playboy, mesum, angkuh, dan menyebalkan macam Ibel. Tapi jantungnya mengkhianatinya, detaknya selalu lebih cepat ketika berada dekat dengan cowok berbahaya tersebut. Andara ingin menghentikan semua ini.

“Aku pengennya perjalanan cintaku itu kayak rel kereta api, meskipun banyak belokan, tapi gak pernah putus sampai tujuan…”-Andara Riana Rasyid.

https://a.wattpad.com/cover/12082664-368-k265822.jpg

Gambar di atas adalah gambar cover dari novel nya Mbak Viera. Sebelumnya yang aku lihat di Wattpad bukan seperti ini bentuknya, tapi mungkin karena akan naik cetak makanya desainnya di buat sebagus mungkin for attracting consumers such as me and the others.

Sudut pandang dari penulisan novel ini di ambil dari sudut pandang Andara, *ya iyalah kan dia pemeran utama nya*. Jadi, meskipun pemeran utama nya ada Andara sama Ibel, tetep menggunakan point of view si Andara, secara dia yang di ceritain perjalanan cintanya sampai ketemu sama si Ibel.

Yang aku suka, di tiap bagian chapter dari novel ini, Mbak Viera selalu kasih potongan lirik yang bikin pembaca bisa ngira-ngira apa kaitannya dari lirik ini sama isi chapter yang bakal di baca. Perfect combination. Emang sih ini ceritanya agak cliche, tapi tetep aja aku suka cerita-cerita kayak gini karena jalan ceritanya yang ringan dan nyambung sama gaya kehidupan kita sehari-hari. Kita gak perlu pusing-pusing juga untuk terjemahin kalimat-kalimat yang ribet karena semua kalimat yang di pake disini adalah bahasa sehari-hari.

Dari segi visual, pemilihan cover dan kertasnya cukup bagus, karena bahan kertas nya bukan bahan butek macem kertas burem. Karena ada beberapa novel yang pakai jenis kertasnya yaitu kertas burem, kadang bikin males baca jadinya. Cuma sayang nya di novel ini, Mbak Viera gak nyediain bookmark atau pembatas novel nya.

Dari segi jalan cerita, Andara di ceritain sebagai cewek yang udah cukup dewasa di usia nya yang udah di pertengahan dua puluhan. Dan si Ibel juga di ceritain lebih tua dari si Andara, jadi yaaa of course udah pasti cocok. Andara punya karakter yang barbar, berani, cuma di satu sisi dia juga kadang suka careless. Oh ya! jangan lupain kalo Andara juga cewek yang pemalu kalo lagi sama cowok yang dia suka.

Sementara si Ibel… ya you know kan guys like what I’ve written above in the synopsis. The playboy, eligible bachelor, smart man, abs man, handsome of course. The complete package for being a future husband gitu lah.

Cuma ya dicerita ini kerjaan mereka berantem mulu, karena Andara sering di godain sama Ibel, sering di jahilin, sering di bikin ribet sama banyak mau nya Ibel. Cuma atas dasar sadar akan ke-profesionalan-nya Andara, dia masih sabar ngehadapin Ibel.

Until one day…

Waktu si Andara udah jadian sama Harsya, Ibel makin gencar deketin Andara, dan bahkan sampai pernah bawa Andara ke acara keluarganya. As usual, kalo laki udah bawa cewek ke acara keluarga nya biasanya itu di anggap udah serius. *efek keseringan baca novel*.

Barulah karena sering menghabiskan waktu sama Ibel, mulai dari ngurusin masalah nya Ibel, di bawa ke acara keluarga nya, Ibel yang suka alibi ngajakin pergi keluar, mulai ada gesekan-gesekan dalam hubungan Harsya dan Andara.

Well, kira-kira Andara bakal putus gak ya sama Harsya dan malah jadian sama Ibel? Biasanya sih gitu maunya para readers, but for killing your curious feeling you guys have to buy this novel. Aku gak akan spoiler untuk kasih tau ending dari cerita ini. You may read, but bought the novel will make you feeling more satisfied, xx.

Wassalamu’alaikum

Warm Regards,

-Puti-

Indonesia, 30th September 2016

FIRST REVIEW (Confession of A Shopaholic)

Assalamu’alaikum Fellas ^^

Like what I told in last post, kali ini aku mau nge-review sebuah film yang sebenernya sih gak bikin nangis tersedu-sedu. Cuma nangis bahagia kok-loh(?)-.

Yes, for everyone who already watch Isla Fisher’s movie, you must be know with this movie! Confession of A Shopaholic.

Film ini di rilis pertama kali pada Februari 2009, it has been almost six years dan aku baru tonton film ini waktu aku lihat di Global TV tahun 2012, kalo gak salah. Aku langsung pergi ke abang-abang yang suka jualan DVD di deket rumahku dan karena film-nya udah lumayan lama, agak susah juga sih nyarinya. But, finally! I GOT MINE! Even, I never get bored to watch this movie.

Opening dari film ini begin with Rebecca Bloomwood (Bex) who had a bad habbits, shopaholic. Dia bahkan dalam sehari bisa belanja sampai credit card-nya over limit. Bex ini bekerja sebagai seorang jurnalis di New York, yaa meskipun pekerjaannya lumayan oke tapi barang-barang yang di beli sama Bex gak kalah mahal dari her salary.

Bex selalu punya mimpi untuk bisa kerja di majalah fashion Alette. Dia bahkan diam-diam memberikan CV nya ke majalah Alette dan berencana untuk meninggalkan kantor nya yang lama karena kantor tersebut sudah hampir pailit.

When Bex come to Alette Magazine, resepsionisnya kasih tau dia bahwa lowongan pekerjaan yang Bex mau udah gak ada lagi. It means she can’t achieved her dream. Tapi tiba-tiba aja, resepsionis itu ngasih tau Bex bahwa di majalah Successful Saving lagi melakukan wawancara untuk merekrut karyawan baru. It’s not a fashion magazine, it’s an economic magazine. Dan itu sangat bertolak belakang dengan Bex, dia yang doyan belanja harus bisa menulis artikel ‘how to saving your money?’. Go to the Hell.

Bex akhirnya di terima di kantor majalah Successful Saving dan pimpinan dia adalah seorang pria tampan yang bernama Luke Brandon. Luke yang merupakan anak dari mantan model terkenal di New York tidak pernah memberi tahu keistimewaannya itu kepada orang lain. Actually, Bex sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Luke waktu dia lagi pontang-panting minjem uang untuk beli “Green Scarf” sampai mengaku pada Luke bahwa uang yang dia pinjem itu untuk membantu bibinya yang sedang sekarat di rumah sakit. Hahahaha, whatta funny story!

Ketika Luke dan Bex bertemu lagi di kantor majalah Successful Saving, Bex menggunakan Green Scarf-nya itu untuk melakukan sesi wawancara di kantor Luke, dan ketika Bex lihat bahwa Luke adalah orang yang sama dengan orang yang meminjamkan uang kepadanya, Bex langsung melempar sembarangan scarf-nya itu. Bertemulah Bex dan Luke, dan mereka sama-sama saling kaget dan menyapa satu sama lain. Gak lupa, Luke menanyakan kepada Bex tentang keadaan bibinya yang lagi-lagi di jawab Bex dengan mengarang bebas. She’s lying again! Hahahaha. Tapi akhirnya Luke tahu bahwa Bex bohong ketika dia melihat karyawannya masuk ke dalam ruangannya sambil membawa scarf milik Bex, dan disitu Bex benar-benar malu!.

Hari-hari Bex berjalan dengan biasa saja sampai akhirnya Bex menjadi terkenal karena tulisannya di artikel dengan tema “Woman in the Green Scarf”. Bex langsung banyak di undang di banyak acara dan Bex selalu di tanya bagaimana Bex bisa menulis sesuatu berbau ekonomi yang akhirnya mempengaruhi orang banyak. Padahal Bex sendiri sedang terlilit hutang karena kartu kreditnya yang melebihi batas. Bex bahkan mengubah kontak depkolektor tersebut yang tadinya bernama Derek Smith menjadi “Do Not Answer This Call“. And now, this things is really useful for me. I did this too when there’s someone who tried to call me all the time.

Day goes by, Bex dan Luke semakin lama semakin dekat. Mereka bahkan melakukan perjalanan bisnis berdua ke Filipina, Miami, dll. Sampai ketika ada seorang model yang mencoba menarik perhatian Luke, Bex pun cemburu although she doesn’t realize that. Selama Bex bekerja di Successful Saving Luke tidak pernah tahu kebiasaan Bex yang maniak shopping.

Bex memiliki seorang sahabat bernama Suze, dan Suze sebentar lagi akan menikah dengan kekasihnya yang sudah di pacarinya sejak lama. Bahkan Suze meminta Bex menjadi bridesmaid-nya dia di pernikahan Suze nanti. Suze yang sudah tahu kebiasaan Bex yang maniak shopping meminta Bex untuk mulai menahan diri dalam berbelanja. Bahkan ia dan Bex dengan sepakat menyimpan credit card Bex yang di campur dengan air lalu di bekukan di dalam freezer.

Permasalahan semakin rumit ketika akhirnya Luke tahu bahwa Bex selama ini berbohong, Bex selalu bersikap seolah-olah dia orang yang tidak maniak dalam berbelanja, tetapi pada kenyataannya Luke salah besar. Bex juga terlibat masalah dengan Suze, dia dengan tanpa sadar menggadaikan baju bridesmaid-nya yang akan di pergunakan di pernikahan Suze nanti karena Bex tiba-tiba mendapatkan tawaran pekerjaan di majalah fashion Alette.

Bex yang semakin bersalah akhirnya memutar otak bagaimana caranya dia bisa mengembalikan semuanya menjadi seperti semula. Bex akhirnya melakukan garage sale besar-besaran yang di bantu oleh teman-temannya ketika dia ikut dalam suatu komunitas. Bex akhirnya berusaha jujur pada dunia bahwa dia telah berubah, hubungannya dengan Suze pun membaik dan Bex pada akhirnya tetap menjadi bridesmaid-nya Suze. She take back her dress from the store using her money from the garage sale.

Usai dari pernikahan Suze, Bex terlihat dengan tampilan yang sangat sederhana. Bahkan dia menghiraukan patung-patung maneqquin yang seolah-olah mengajaknya untuk berbelanja ke semua toko. Ketika berjalan, dia bertemu dengan Luke. And you must be know the ending of this story is, They’re kissing. Bex dan Luke akhirnya berpacaran. Dan Luke sudah sukses dengan membuka perusahaan sendiri.

Aku gak akan komentarin tentang jalan ceritanya, karena to be honest I’m a kind of girl that really like comedy romance film. Jadi buatku sih, cerita film ini sukses buat aku senyum-senyum sendiri.

Aku bener-bener suka sama karakter Bex, dia bukanlah tipikal cewek shopaholic yang ada dalam gambaranku. Yang ada di gambaranku itu adalah Bex orang yang manja, arogan, dan keras hati, dan tidak punya teman. But, at all I know that she is a melancholy woman, Bex orang yang mudah tersentuh hatinya. Biarpun bad habbit dia itu jadi penghalang besar, tetapi Bex bukanlah orang yang tertutup. Dia bahkan bisa memberikan semangat kepada sesama temannya dan yang terpenting, hidup dia selalu enjoy meskipun bejibun masalah di depan mata.

[confessions_of_a_shopaholic1_20090213.jpg]

What a great movie! Rate for this movie : 9.5 of 10

Wassalamu’alaikum Fellas ^^

Warm Regards,

-Puti-

Indonesia, 18th January 2015