SECOND REVIEW (A BEAUTIFUL MIND)

Assalamu’alaikum friends.. Untuk review kedua ini, aku bakal mau tulis tentang film dari aktor Russell Crowe a.k.a John Forbes Nash dan aktris cantik Jennifer Connely a.k.a Alicia Nash.

John Forbes Nash atau yang biasa di sapa John Nash/Mr. Nash ini adalah seorang matematikawan yang sangat jenius, hidupnya hanya berkutat dengan angka-angka beserta sin cos tan dan juga rumus phytagoras dan lain sebaginya. John Nash adalah orang yang introvert, maka dari itu menurut teman-temannya John adalah orang yang sangat menyebalkan dan anti sosial. Padahal sebenarnya John ingin juga berteman dengan mereka, John adalah seorang mahasiswa pasca sarjana di Princeton University dan dia sedang ingin menyelesaikan thesis nya untuk bisa lulus dari program pasca sarjana.

Seperti kebanyakan matematikawan yang lain, John suka menulis rumus-rumus di jendela atau kertas alakadarnya jika dia menemukan jalan baru untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan rumus matematika tersebut. Karena John tidak mempunyai teman, maka tiba-tiba dia memiliki seorang teman kamar di asramanya saat dia berkuliah di Princeton University, John dan Charles bersahabat, bahkan John merasa bahwa Charles adalah sahabat terbaik yang pernah di milikinya, Charles selalu ada di saat John sedih ataupun senang. Ketika John sudah berhasil menyelesaikan studinya di Princeton University, dia akhirnya menjadi dosen di universitas tersebut lalu bertemulah dia dengan Alicia yang merupakan seorang mahasiswi nya di jurusan Fisika.

Tidak seperti kisah cinta Habibie Ainun yang banyak menguras air mata, kisah cinta John dan Alicia berjalan mulus. Mereka menikah setelah John melamar Alicia saat mereka sedang dinner romantis di sebuah restaurant. Ketika sebelum menikah dengan Alicia, John sempat bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai agen rahasia, dan agen rahasia tersebut bernama William Parcher. Karena ke jeniusan John dalam matematika, akhirnya Parcher menawarkan pekerjaan kepada John untuk bisa menjadi agen rahasia yang akan memecahkan kode Rusia, dimana negara Rusia yang mempunyai tujuan untuk bisa menghancurkan Amerika.

Mengapa John bisa langsung tertarik? Bukan hanya karena Parcher yang menunjukkan identitas nya bak FBI, tetapi karena ini berkaitan dengan breaking the code maka dari itu John mau untuk menjadi agen rahasia.

Day goes by dan ternyata John semakin antusias memecahkan kode-kode tersebut. Hanya dengan melihat pada suatu objek saja dia bisa menemukan apa kode yang pas, dan sebelum menjadi agen rahasia Parcher memberikan kode angka di tangan John yang hanya bisa di lihat jika di sinari ultraviolet. Alicia tidak merasa heran sama sekali dengan pekerjaan John, tetapi semuanya berubah ketika pada suatu malam, saat John mengirimkan surat ke kotak pos yang ada di sebuah rumah besar. Tiba-tiba ia langusng di jemput oleh Parcher dan Parcher mengatakan bahwa ia dan John tengah di ikuti oleh orang Rusia yang ingin membunuh mereka. Parcher meminta John untuk menembak mereka dengan senjata api tetapi John tidak mau, karena ia tidak pernah memegang senjata api. Akhirnya Parcher lah yang berdalih mengambil pistol dan langsung menembak nya ke orang Rusia tersebut.

Ketika John kembali ke rumah, dia sudah dalam keadaan pucat pasi, Ketika di tanyakan oleh Alicia, bahkan John tidak menjawabnya sama sekali. Ia hanya mengurung diri di pintunya bahkan ia tidak menggubris apa yang di tanyakan oleh Alicia saat ia menggedor pintu kamarnya untuk menyuruh John berbicara padanya dan mengatakan apa yang terjadi.

Hari terus belalu, John sudah tidak bersikap aneh dan kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Ketika ia sedang duduk di bawah pohon sambil merangkai rumus-rumus, John di datangi oleh anak kecil yang ternyata adalah keponakan Charles, akhirnya John dan Charles kembali bertemu. Mereka saling bertegur sapa dan berbincang-bincang hangat di taman yang berada di universitas tempat John mengajar. Ketika sudah selesai bertemu dengan Charles, John di datangi lagi oleh seorang laki-laki yang ternyata adalah psikiater suruhan Alicia Nash.

John berontak ketika di bawa oleh psikiater tersebut tetapi akhirnya ia tidak dapat berkutik dan hanya pasrah untuk di bawa ke tempat psikiater tersebut, Dr. Rosen yang merupakan psikiater mengatakan kepada Alicia Nash bahwa John terken penyakit Skizofrenia, yaitu penyakit dimana seseorang merasa memiliki teman imajinasi dan bersikap seolah-olah ia sedang melaksanakan sebuah kegiatan penting. Alicia yang tidak percaya berusaha mengatakan kepada Dr. Rosen bahwa John tidak mungkin seperti itu.

Ketika Dr, Rosen bertanya apa John memiliki teman baik, Alicia mengangguk mantap bahwa John memiliki teman baik bernama Charles. Lalu Dr. Rosen kembali bertanya apa Alicia pernah bertemu dengan Charles, lalu Alicia mengatakan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan Charles. Akhirnya bermula dari situlah Alicia akhirnya benar-benar percaya bahwa John terkena penyakit Skizofrenia.

Meskipun sudah memiliki anak, hal tersebut tidak membuat John terlepas dari penyakit Skizofrenia-nya, ia masih mengidap penyakit itu dan yang patut di acungi jempol adalah bagaimana Alicia berkorban untuk terus membantu John agar John bisa sembuh dari penyakit Skizofrenia-nya.

beautiful mind

A-Beautiful-Mind-Russell-Crowe-Paul-Betanny

John Forbes Nash with Charles (his imagination friend)

a-beautiful-mind

342488

P.S. Note : This movie makes me feel so sad enough, biarpun ceritanya gak sad ending tapi aku bener-bener tersentuh sama perjuangannya Alicia Nash, Oh God!

Rate for this Movie : 8.5 of 10

Wassalamu’alaikum

Warm Regards,

-Puti-

Indonesia, 22nd March 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s