FIRST REVIEW (Confession of A Shopaholic)

Assalamu’alaikum Fellas ^^

Like what I told in last post, kali ini aku mau nge-review sebuah film yang sebenernya sih gak bikin nangis tersedu-sedu. Cuma nangis bahagia kok-loh(?)-.

Yes, for everyone who already watch Isla Fisher’s movie, you must be know with this movie! Confession of A Shopaholic.

Film ini di rilis pertama kali pada Februari 2009, it has been almost six years dan aku baru tonton film ini waktu aku lihat di Global TV tahun 2012, kalo gak salah. Aku langsung pergi ke abang-abang yang suka jualan DVD di deket rumahku dan karena film-nya udah lumayan lama, agak susah juga sih nyarinya. But, finally! I GOT MINE! Even, I never get bored to watch this movie.

Opening dari film ini begin with Rebecca Bloomwood (Bex) who had a bad habbits, shopaholic. Dia bahkan dalam sehari bisa belanja sampai credit card-nya over limit. Bex ini bekerja sebagai seorang jurnalis di New York, yaa meskipun pekerjaannya lumayan oke tapi barang-barang yang di beli sama Bex gak kalah mahal dari her salary.

Bex selalu punya mimpi untuk bisa kerja di majalah fashion Alette. Dia bahkan diam-diam memberikan CV nya ke majalah Alette dan berencana untuk meninggalkan kantor nya yang lama karena kantor tersebut sudah hampir pailit.

When Bex come to Alette Magazine, resepsionisnya kasih tau dia bahwa lowongan pekerjaan yang Bex mau udah gak ada lagi. It means she can’t achieved her dream. Tapi tiba-tiba aja, resepsionis itu ngasih tau Bex bahwa di majalah Successful Saving lagi melakukan wawancara untuk merekrut karyawan baru. It’s not a fashion magazine, it’s an economic magazine. Dan itu sangat bertolak belakang dengan Bex, dia yang doyan belanja harus bisa menulis artikel ‘how to saving your money?’. Go to the Hell.

Bex akhirnya di terima di kantor majalah Successful Saving dan pimpinan dia adalah seorang pria tampan yang bernama Luke Brandon. Luke yang merupakan anak dari mantan model terkenal di New York tidak pernah memberi tahu keistimewaannya itu kepada orang lain. Actually, Bex sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Luke waktu dia lagi pontang-panting minjem uang untuk beli “Green Scarf” sampai mengaku pada Luke bahwa uang yang dia pinjem itu untuk membantu bibinya yang sedang sekarat di rumah sakit. Hahahaha, whatta funny story!

Ketika Luke dan Bex bertemu lagi di kantor majalah Successful Saving, Bex menggunakan Green Scarf-nya itu untuk melakukan sesi wawancara di kantor Luke, dan ketika Bex lihat bahwa Luke adalah orang yang sama dengan orang yang meminjamkan uang kepadanya, Bex langsung melempar sembarangan scarf-nya itu. Bertemulah Bex dan Luke, dan mereka sama-sama saling kaget dan menyapa satu sama lain. Gak lupa, Luke menanyakan kepada Bex tentang keadaan bibinya yang lagi-lagi di jawab Bex dengan mengarang bebas. She’s lying again! Hahahaha. Tapi akhirnya Luke tahu bahwa Bex bohong ketika dia melihat karyawannya masuk ke dalam ruangannya sambil membawa scarf milik Bex, dan disitu Bex benar-benar malu!.

Hari-hari Bex berjalan dengan biasa saja sampai akhirnya Bex menjadi terkenal karena tulisannya di artikel dengan tema “Woman in the Green Scarf”. Bex langsung banyak di undang di banyak acara dan Bex selalu di tanya bagaimana Bex bisa menulis sesuatu berbau ekonomi yang akhirnya mempengaruhi orang banyak. Padahal Bex sendiri sedang terlilit hutang karena kartu kreditnya yang melebihi batas. Bex bahkan mengubah kontak depkolektor tersebut yang tadinya bernama Derek Smith menjadi “Do Not Answer This Call“. And now, this things is really useful for me. I did this too when there’s someone who tried to call me all the time.

Day goes by, Bex dan Luke semakin lama semakin dekat. Mereka bahkan melakukan perjalanan bisnis berdua ke Filipina, Miami, dll. Sampai ketika ada seorang model yang mencoba menarik perhatian Luke, Bex pun cemburu although she doesn’t realize that. Selama Bex bekerja di Successful Saving Luke tidak pernah tahu kebiasaan Bex yang maniak shopping.

Bex memiliki seorang sahabat bernama Suze, dan Suze sebentar lagi akan menikah dengan kekasihnya yang sudah di pacarinya sejak lama. Bahkan Suze meminta Bex menjadi bridesmaid-nya dia di pernikahan Suze nanti. Suze yang sudah tahu kebiasaan Bex yang maniak shopping meminta Bex untuk mulai menahan diri dalam berbelanja. Bahkan ia dan Bex dengan sepakat menyimpan credit card Bex yang di campur dengan air lalu di bekukan di dalam freezer.

Permasalahan semakin rumit ketika akhirnya Luke tahu bahwa Bex selama ini berbohong, Bex selalu bersikap seolah-olah dia orang yang tidak maniak dalam berbelanja, tetapi pada kenyataannya Luke salah besar. Bex juga terlibat masalah dengan Suze, dia dengan tanpa sadar menggadaikan baju bridesmaid-nya yang akan di pergunakan di pernikahan Suze nanti karena Bex tiba-tiba mendapatkan tawaran pekerjaan di majalah fashion Alette.

Bex yang semakin bersalah akhirnya memutar otak bagaimana caranya dia bisa mengembalikan semuanya menjadi seperti semula. Bex akhirnya melakukan garage sale besar-besaran yang di bantu oleh teman-temannya ketika dia ikut dalam suatu komunitas. Bex akhirnya berusaha jujur pada dunia bahwa dia telah berubah, hubungannya dengan Suze pun membaik dan Bex pada akhirnya tetap menjadi bridesmaid-nya Suze. She take back her dress from the store using her money from the garage sale.

Usai dari pernikahan Suze, Bex terlihat dengan tampilan yang sangat sederhana. Bahkan dia menghiraukan patung-patung maneqquin yang seolah-olah mengajaknya untuk berbelanja ke semua toko. Ketika berjalan, dia bertemu dengan Luke. And you must be know the ending of this story is, They’re kissing. Bex dan Luke akhirnya berpacaran. Dan Luke sudah sukses dengan membuka perusahaan sendiri.

Aku gak akan komentarin tentang jalan ceritanya, karena to be honest I’m a kind of girl that really like comedy romance film. Jadi buatku sih, cerita film ini sukses buat aku senyum-senyum sendiri.

Aku bener-bener suka sama karakter Bex, dia bukanlah tipikal cewek shopaholic yang ada dalam gambaranku. Yang ada di gambaranku itu adalah Bex orang yang manja, arogan, dan keras hati, dan tidak punya teman. But, at all I know that she is a melancholy woman, Bex orang yang mudah tersentuh hatinya. Biarpun bad habbit dia itu jadi penghalang besar, tetapi Bex bukanlah orang yang tertutup. Dia bahkan bisa memberikan semangat kepada sesama temannya dan yang terpenting, hidup dia selalu enjoy meskipun bejibun masalah di depan mata.

[confessions_of_a_shopaholic1_20090213.jpg]

What a great movie! Rate for this movie : 9.5 of 10

Wassalamu’alaikum Fellas ^^

Warm Regards,

-Puti-

Indonesia, 18th January 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s